[Fanfiction] Replacement – Teaser

Replacement

Replacement

A present by Dara Moon

deadhara.wordpress.com

 

Cast List

Seo Joo Hyun

Cho Kyu Hyun

Genre

Angst, Romance, Sad, Hurt, and Others

————————————————————————————————

TEASER

In every second my heart is struggling
Don’t make fun and call me foolish
It’s fate that leaves me speechless

After A Minute – Super Junior M

Kyuhyun Side
Mereka mengatakan bahwa takdir itu indah untuk dinikmati. Namun hingga aku kehilangannya, aku baru menyadari setiap detik tanpanya mampu membuat aku lumpuh. Ini sebuah takdir yang tidak akan pernah aku terima, takdir yang sampai kapanpun hanya bisa membuatku diam membisu.

Seohyun Side

Membuatnya kembali seperti sediakala membuatku terlihat seperti malaikat yang entah jatuh darimana. Aku tersenyum saat melihat wajahnya yang sudah terlalu lama aku rindukan. Namun aku terlalu terlambat, aku datang disaat ia sudah mulai berubah saat hanya ada satu nama di dalam hatinya. Saat itu terlalu sulit bagiku untuk menghampirinya. Cho Kyuhyun, lihatlah aku, lama tidak bertemu.

[Fanfiction] D.I.D Part 3

D

Author : Dea Dhara

Fb                :https://facebook.com/dhara.adhnandya

Twitter : @specialthatch98

Cast : Cho Kyuhyun,Seo Joo Hyun,and othercast.

Genre : Sad, Romance,Angst, friendship…you can find it^^

PG : (?)

 

~D.I.D~

 

Saat dirinya keluar, kau tidak bisa menolaknya. Membagi kehidupanmu, membagi ragamu dengan orang yang seharusnya berada disisimu. Menerimanya, atau berpisah dengannya? Sesuatu yang telah hidup dalam dirimu, yang memang merupakan takdirmu. Disaat sisi lain dari dirimu keluar, maka kau harus menerimanya.

 

~D.I.D~

Seohyun mendorong pelan dada bidang Kyuhyun. Gadis itu tersenyum hangat pada pria didepannya “Gomawo” ucapnya lembut.

Jemarinya tergerak menghapus jejak air matanya, membalikan langkahnya dan berjalan keluar ruangan tersebut.

Kyuhyun menarik pergelangan Seohyun lembut, sebelum gadis itu benar-benar keluar dari ruangannya.

“Katakan apapun yang kau rasakan, kau bisa bukan?”

Pertanyaan, atau permintaan itu membuat sebuah senyum merekah dibibir peach milik Seohyun. Ia mengangguk, setidaknya kali ini sikap pria ini mulai berubah. Melihat kehangatan yang terpancarkan dari manik matanya membuat hatinya merasa senang.

Gadis itu segera melangkahkan kakinya keluar ruangan. Berjalan menuju meja kerjanya yang berada di depan pintu ruang presdir tersebut, sisi kanan.

Bibirnya mengerucut, keningnya berkerut. Ia benar-benar tidak menyadari perubahan pada mejanya ini. Sekarang ia baru menyadarinya, mungkin efek terburu-buru lah yang membuatnya tidak sadar.

Ia benar. Sudut matanya telihat mencari-cari.Dimana benda itu?

Seohyun yakin ia selalu meletakannya di pinggir meja kerjanya. Tangannya mengobrak-abrik sisi mejanya. Hingga berakhir pada laci meja tersebut.

Sebuah frame foto, -yang sedari tadi ia cari- terkelungkup di dalam situ. Ia yakin ia tidak pernah memasukannya kedalam sana.

Apa ini salah satu dari kejadian aneh yang menimpanya? Astaga…sebenarnya ada apa dengan dirinya?

Pertama ibunya bilang sudah bertemu dengannya. Lalu… ia menghadiri rapat.

Sekarang….foto itu ada di laci?

Ia yakin ia tidak meletakannya disana. Ia memang tipikal orang yang ceroboh, namun ia bukan seorang pelupa. Tapi sekarang? Itu mustahil, ia tidak mungkin melupakan seharian penuh waktunya.

Kepalanya kembali berdenyut. Pusing, mungkin itu yang ia rasakan. Langkah kakinya mengarah pada toilet di sebrang ruang kerjanya. Menutup pintu toilet itu.

Kini gadis itu menatap cermin didepannya. Seketika raut wajah itu berubah. Terlihat mengeras, sorot matanya berubah menjadi sorot mata orang yang meremehkan sesuatu.

“Dasar kau Joohyun! Mengapa kau harus mengeluarkan aku disaat seperti ini? Hah…tidak adik tidak kakak sama saja!”

Gadis itu sedikit membersihkan bahunya. Astaga kedua kakak beradik itu benar-benar memiliki selera berpakaian yang buruk. Mana kesan mewahnya? Mereka orang kaya tapi tidak mau menunjukannya.

Ia berjalan keluar, gadis itu tidak mau kembali kemeja kerja Seohyun. Pekerjaan yang aneh, mungkin itu menurutnya.

Ah…biarlah setidaknya tubuh ini masih memiliki bau orang kaya. Kakinya melangkah keluar ruangan, membuat seisi ruangan mengerutkan keningnya.

“Seohyun-ah” suara seorang yeoja mengalir lembut ditelinganya. Ia berbalik menatap orang yang memanggilnya. Ia tersenyum, miring.

“Ah…maaf nona, aku bukan Seohyun”

Setelah itu ia melenggang pergi, meninggalkan Yoona yang mengagakan mulutnya. Bukan Seohyun? Jelas-jelas itu dia…

***

“Seohyun!!!”

Gadis itu memejamkan matanya erat. Astaga……nama itu! itu bukan namanya. Ia berbalik menatap tajam pria yang ada dibelakangnya.

Pria itu mengangkat tangan dan menggeleng. “Hei…Seohyun-ah ada apa dengan mu?”

“Kau Shim Changmin?”. Pria itu mengangguk kaku, ia mengeryit heran. Seohyun seperti baru mengenalnya. Itu tidak mungkin.

Gadis itu tertawa remeh “Tuan…aku bukan Seohyun” ia berujar lembut.

“Hei… hyun, jangan bercanda! Jelas-jelas kau Seohyun!” nada bicaranya sedikit membentak.

Gadis itu memandang remeh pria dihadapannya. Cih siapa dia, sok tau!

“Astaga!!! Ada apa sebenarnya? Apa kau tidak bisa melihat? Apa aku terlihat seperti Seohyun???? Seohyun yang mana yang kau maksud? Seohyun itu ada dua!”

Hah? Mulut Changmin mengaga. Gadis itu benar, Changmin tidak bisa melihat Seohyun disana. Itu bukan Seohyun. Tapi tidak mungkin, jelas-jelas wajah itu wajah Seohyun.

“Seohyun ada 2 apa maksudmu??!” Ia sedikit menyentak. Mana mungkin gadis itu ada dua? Oh tidak-tidak. Seohyun kembar? Itu lebih gila.

Ia tau Seohyun hanya anak tunggal dan jelas tidak mungkin memiliki kembaran.

“Ya….mungkin begitu?” gadis itu menggedikan bahunya tanda tidak peduli. Ia melenggang pergi, meninggalkan pria yang hanya dapat melongo memperhatikannya dari belakang.

“Seohyun-ah!!

Pria itu kembali berteriak. “Astaga!!! Aku bukan Seohyun! Bisa tidak kau tidak memanggilku dengan nama itu???” gadis itu menyentak, ia selalu menyangkal kalau dirinya itu adalah Seohyun.

Changmin yakin ia memang bukan Seohyun, tapi tidak mungkin ia bukan Seohyun. Mana mungkin Seohyun tiba-tiba menghilang.

Changmin berlari tergesa-gesa menghampiri gadis itu -yang mengaku bukan Seohyun-. Ia menarik pergelangan tangan gadis itu dengan kasar. Menyisakan wajah kesal gadis dibelakangnya.

***

“Hei Tuan!!! Bisakah kau berperilaku lembut??! Biar bagaimanpun aku ini wanita!!” Pekikan itu terdengar begitu keras diruang kerja Kyuhyun.

Ia dapat melihat Seohyun dan Changmin berdiri didepannya. Dirinya was was. Ada apa ini?

Jangan-jangan Changmin ingin merebut gadisnya, Ohhh…tidak-tidak-tidak. Tidak boleh! Hei…Kyuhyun sangat mencintai Seohyun, mana mungkin ia sanggup melepasnya.

“Kyu!” Changmin menyapa Kyuhyun dengan sebuah senyum. Senyum itu mampu membuat Kyuhyun ikut tersenyum. Ia yakin Changmin tidak akan berbuat macam-macam.

“Ada apa? Kau dan Seohyun?” Ia bertanya sambil menunjuk 2 orang didepannya.

Well…Tuan tuan yang tampan..aku bukan Seohyun! Astaga…apa aku terlihat seperti Seohyun??”

Kali ini giliran Kyuhyun yang menganga. Apa gadisnya mulai gila?? Atau gila karena ia sering mengerjai gadisnya?. Satu hal. Mustahil. Mana ada orang gila karena dikerjai? Lagi pula…apa ada orang gila yang terlihat berbeda-beda seperti ini?

“Lalu kau siapa?” pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Kyuhyun.

Gadis itu tersenyum tipis. Ia berjalan mengitari ruangan milik Kyuhyun. Berkeliling hingga sudut matanya menangkap sebuah frame foto “Kau Cho Kyuhyun? Tunangan Seo Joo Hyun?” gadis itu bertanya. Dari sudut matanya ia dapat melihat Kyuhyun mengangguk.

Kini senyum manis yang ia keluarkan. Ia berbalik, menatap dua orang pria yang menatapnya dengan pandangan mengintimidasi.

“Hei…namja tampan, mengapa kalian memandangku seperti itu, eoh? Apa aku ini teroris? Oh ayolah…anggap saja aku ini Seohyun yang manis, ceroboh, nan polos~” Ia tersenyum saat mendeskripsikan sifat seorang Seo Joo Hyun.

Gadis itu memincingkan kedua matanya, menatap secara intens kedua pria itu dari kejauhan.

“Ah!! Jadi kalian penyebabnya?? Jadi begitu…..” ia mengambil sebuah kesimpulan yang membuat kening kedua pria itu semakin berkerut.

“Oh kalian tidak mengerti? Baiklah…perkenalkan aku Yuri. Cukup memanggilku itu, aku tidak punya marga” ia tersenyum manis.

“Yuri??? Siapa?” Changmin bertanya heran, disertai sebuah anggukan dari Kyuhyun.

“Yayayaya…..kalian dari tadi bertanya aku siapa! Setelah aku menjawab kalian masih bertanya. Hei!! Aku Yuri…dan aku bukan Seohyun. Astaga! Kedua Seohyun itu, kalian tau? Mereka yang mendorongku keluar, mereka berdua sama saja! Tidak mau memikirkan jalan keluar dari masalah mereka. Changmin-ssi kau tau? Seohyun menyukai mu. Dan Tuan Cho, Seohyun juga menyukaimu. Mereka sama-sama bodoh! Mengapa harus aku yang mereka andalkan? Astaga….”

Kalimatnya terputus begitu sebuah kata terucap bersamaan dari bibir kedua namja didepannya.

“Tidak!”

“Ah…kalian kompak sekali”

“Tidak…Seohyun tidak seperti itu. Seohyun bukan tipikal orang yang menyukai dua orang sekaligus” nada bicaranya terdengar tergesa-gesa, Kyuhyun menjelaskan apa yang ia tau dan ia yakini. Ia yakin Seohyun bukan tipikal orang seperti itu.

“Memang kalian pikir Seohyun itu sama?”

Setelah mengucapkan pertanyaan itu, gadis itu -Yuri- melenggang keluar dari ruangan yang dianggapnya memusingkan.

Ia baru bisa keluar hari ini, tapi harus langsung dihadapi dengan sebuah masalah besar. Oh ayolah…apa kebebasannya harus diisi dengan masalah? Tidak bukan?

***

“Kyu” Changmin berjuar lembut. Kyuhyun menatap Changmin yang kini tengah menunduk menatap lantai, sama dengan dirinya. “Kau tau apa yang aku pikirkan?” ujar Changmin sambil menjambak rambutnya frustasi.

“Dia bukan Seohyun….juga bukan yang sebelumnya..” ujar Kyuhyun.

“Yang sebelumnya??” Changmin bertanya dengan nada heran. Kyuhyun mengangguk mengiyakan.

“Aku yakin ada yang tidak beres. Kemarin saat rapat dengan Kattie Crop ia tidak terlihat seperti Seohyun, tatapan matanya terlihat angkuh, aku yakin itu. Lagi…tadi pagi Seohyun bilang, ia sangka hari ini tanggal 12, ia kehilangan tanggal 12 nya. Ia tidak mengingat saat ia melaksanakan rapat. Ini terdengar gila, tapi memang itu kenyataannya” Kyuhyun menjelaskan secara panjang lebar.

“Kau benar…” dua kata yang keluar dari bibir Changmin, mampu membuat Kyuhyun menoleh.

“Kau benar?” Ia mengulang kata-kata Changmin. Changmin mengangguk. Ia menegapkan tubuhnya, duduk menghadap Kyuhyun.

“Kemarin memang bukan Seohyun, aku yakin itu. Seohyun selalu menghindar dariku setelah aku menyatakan perasaanku padanya” terselip tatapan cemburu dari wajah Kyuhyun. Bibirnya turun kebawah membuat ekspresi cemberut.

“Hei Kyu! Mengapa kau menekuk wajahmu? Aku hanya bercerita..ayolah begitu saja sudah cemberut, kau cemburu? Hahaha” Changmin sedikit menyindir dan tertawa heran. Kyuhyun segera mengubah raut wajahnya. “Lanjutkan” ujarnya.

“Tapi…ia malah mendekatiku, bahkan menggandeng tanganku dengan manja dan mengajakku makan siang bersama. Aku yakin…itu bukan Seohyun, Seohyun tidak seperti itu. Seperti yang kau bilang, sorot matanya menyimpan rasa angkuh dan optimisme yang tinggi”

Kyuhyun sedikit mengerut, mendengar Seohyun -setidaknya itu tubuhnya- menggelayut manja pada lengan Changmin. Namun ekspresinya segera berubah “Ada apa dengannya? Pertama Hyunnie lalu Seohyun lalu Yuri..setidaknya begitu aku membedakannya”

Changmin menghela nafasnya lelah, ia menyenderkan kepalanya pada kepala sofa dan memejamkan erat kedua matanya.

“Ahhh…Kyu ini rumit. Mungkin ia sedang banyak masalah, kau butuh psikiater”

Mata Kyuhyun hampir meloncat. Psikiater? Bukankah itu untuk orang-orang depresi? Hei Seohyun tidak sedang depresi…

“Jangan seperti itu…psikiater bukan berarti memiliki pasien depresi semua. Kebetulan sepupuku seorang psikiater, kau bisa menghubunginya” ia memberikan sebuah kartu nama pada Kyuhyun dan segera melenggang pergi. Keluar dari ruangan tersebut. Setidaknya begitu. Beberapa waktu ini ruangan Kyuhyun terasa menyimpan misteri. Hahaha.

Ah…Kyuhyun ingat Shim Miyeong, atau Tiffany. Ia biasa memanggilnya begitu. Ia sepupu Changmin yang lahir di daerah barat dan yap…wanita itu adalah seorang psikiater.

***

Kyuhyun berjalan mondar-mandir didalam ruang kerjanya. Hari sudah mulai beranjak malam, namun Seohyun belum juga kembali dari perginya.

Ia bergerak gusar menanti gadisnya. Ia masih yakin, belum memerlukan bantuan psikiater setidaknya begitu.

Sebuah suara pintu terbuka mampu membuatnya melangkah cepat keluar ruangan. Ia benar, itu Seohyun. Gadis itu membawa beberapa kantong belanjaan yang sangat banyak.

“Kau…” pria itu berujar sedikit ragu, ia tidak yakin siapa gadis didepannya.

Gadis itu menengok. Ia tersenyum “Yuri” ujarnya. Yuri -setidaknya itu namanya sekarang- melangkah mendekati meja kerja Seohyun. Ia hendak mengambil tas miliknya yang tertinggal sebelum sebuah tangan kekar menghentikan kegiatannya.

Pria itu menatap Yuri tajam. “Tuan Cho…bisa kau hentikan ini?” ia melepas kasar jemari Kyuhyun yang mencengkram erat pergelangan tangannya.

“Seohyun kemana?” ujar pria itu lembut begitu ia melepas pergelangan tangan Yuri.

“Seohyun? Seohyun yang mana?” Yuri bertanya terdengar mendesak.

Kyuhyun tidak peduli dengan Seohyun yang mana “Seohyun ku…Seohyun, Seo Joo Hyun tunanganku, kemana ia!” pria itu membentak frustasi. Sebenarnya ada apa dengan gadisnya?

Gadis itu tidak punya masalah yang berarti. Ia tau itu, tekanan dalam keluarga? Mustahil. Ia tau kedua orang tua Seohyun sangat menyayangi putri semata wayang mereka.

“Ia takut…ia tidak mungkin keluar. Kau taukan, sudah jelas yang aku katakan tadi siang. Mereka ‘berdua’ tidak mau menyelesaikan masalahnya sendiri. Mereka penakut! Dongsaeng itu merasa takut, ia mendorong eonni nya keluar. Begitu juga sang eonni ia juga pengecut. Cih! Pada akhirnya aku yang keluar. Aku bisa saja tidak mendorong mereka berdua keluar, dalam artian aku menguasai tubuh ini”

Kyuhyun melayang. Astaga benar-benar melayang. Ia tidak mengerti apa yang Yuri ucapkan. Kakak? Adik? Siapa yang kakak? Siapa yang adik??

Pikirannya kalut, matanya terpejam erat. Dirinya tergerak merengkuh tubuh gadis didepannya. Memeluknya dengan hangat, merasakan kerinduan yang sangat dalam. Ia menenggelamkan kepalanya pada sisi kanan bahu sang yeoja.

Yuri tersentak dengan pelukan itu. Matanya terpejam erat, sesuatu mendesak keluar dari dalam tubuhnya. Perlahan tapi pasti matanya ikut terpejam.

Gadis itu membuka matanya kembali. Kini raut wajahnya telah melunak, memberikan sorot mata polos miliknya. Pelukan itu, mungkin yang mengubahnya. Ia sedikit tersentak dengan posisinya saat ini.

Oppa!

Gadis itu tersentak dan segera mendorong jauh tubuh Kyuhyun yang memeluknya. Sorot matanya terlihat linglung. Kantor sepi benar-benar sepi, ini malam.

“Ada apa?” suara berat itu membuyarkan lamunannya.

“Ke..kenapa aku disini? Kau memelukku? In..in..ini malam??? Aku yakin tadi aku di kamar mandi sedang ingin membasuh muka. Itu masih pagi..sekarang?” ia berkata dengan raut sendu dan bingung.

“Kau Seo Joo Hyun??”

Dirinya mengangguk. Oh benar ia benar-benar pusing.

Dirinya sedikit mengubah ekspresinya. Mencengkram erat kedua sisi kepalanya. Ia meringis. Menangis.

Hyunnie-ya..Waeyeo?” Kyuhyun terlihat panik.

“Aku takut…ada apa denganku??” Ia berujar ditengah-tengah isak tangisnya. Kyuhyun tau…ia tau bagaimana perasaan Seohyun yang seperti orang linglung.

Ia kembali merengkuh gadis itu, menenangkannya. Mengusap lembut rambut gadisnya.

“Kau tenanglah”

Seohyun membalas pelukan Kyuhyun. Membuat sebuah senyum terukir diwajah Kyuhyun. Gadis ini mulai menerimanya.

Isakan-isakan kecil terdengar dari dada bidangnya. Seohyun disana. Ia masih menangis.

Hyunnie…Uljimayo..

Hatinya terasa sakit. Merasakan apa yang gadisnya rasakan. Hal gila apa yang sedang terjadi? Ayolah! Hidup gadisnya ini bukan mainan!

Shim Miyeong! Ia ingat….semoga wanita itu bisa membantunya.

TBC

 

~D.I.D~

 

Satu! Dua! Tiga!!!

SKM MANA SKM  HAHAHA

Miannn !! SKM nya dikit T~T. Nanti ada bagian dimana banyak SKM kok! tenang aja…{}. Yahh…walaupun belum sampai target ku tapi gapapa… kurang 2lagi buat komen dan 34 buat like T~T. Makasih yang komen dan like ^^. Tapi kali ini tolong sampein target ya hahaha…baru aku lanjut XD.

Oh iya gimana? Ngerti? Aku rada pelit nih ama alur cerita haha….Aku mau readers bisa menebaknya^^.

Oh iya ada yang tanya D.I.D itu apa? Singkatan? Ayo ayo! Aku gak mau ngasih tau :p…

Dipart 4 insyallah akan aku jelas D.I.D itu apa :). Tapi bagi yang penasaran cukup cari di google ‘D.I.D’ maka kalian akan langsung menemukan jawabannya!!!^0^~

Apa yang bisa readers tebak dari part ini? Gimana perasaan Changmin? Seohyun? Kyuhyun? Siapa itu Yuri? Sebenar Seohyun kenapa?

Seohyun ada 2? Kalian pasti bisa nebak..aku udah ngasih ‘clue’ dari dialog-dialog mereka :). Semoga bisa membantu kalian mencerna semuanya!! Hahaha….

Ok sip….terimakasih sudah membaca dan menguras otak kalian untuk memikirkan ff gaje ini hahaha. Jangan lupa RCL^^…

Aku minta 160+ komen dan 300+ like ne^^ Baru ku lanjut 🙂 {}

ANNYEONG!!! :*

 

[Fanfiction] Sweet Melody (Part 1)

Sweet Melody

Title: Sweet Melody
Author: Dea Dhara
Genre: Sad, romance, life, etc
Cast:
1. Seo Joo Hyun (SNSD)
2. Cho Kyu Hyun (Super Junior)
and other
Rating: G
Lenght: Chaptered
Disclaimer: Fanfic ini 100% murni pemikiran saya. Jadi apabila ada kesamaan tokoh, ide, dll hanyalah kebetulan semata. Mohon hargai author yang sudah susah payah memikirkan ide cerita ya. Cast semua milik Tuhan. Seohyun milik Kyuhyun. Kyuhyun milik Seohyun /pemikiran saya ‘3’/. Mereka milik eomma and appa.

Follow my blog and Follow my twitter juseyo ^^.

Follow me here @specialthatch98

Happy Reading

Continue reading