[Fanfiction] Sweet Melody (Part 1)

Sweet Melody

Title: Sweet Melody
Author: Dea Dhara
Genre: Sad, romance, life, etc
Cast:
1. Seo Joo Hyun (SNSD)
2. Cho Kyu Hyun (Super Junior)
and other
Rating: G
Lenght: Chaptered
Disclaimer: Fanfic ini 100% murni pemikiran saya. Jadi apabila ada kesamaan tokoh, ide, dll hanyalah kebetulan semata. Mohon hargai author yang sudah susah payah memikirkan ide cerita ya. Cast semua milik Tuhan. Seohyun milik Kyuhyun. Kyuhyun milik Seohyun /pemikiran saya ‘3’/. Mereka milik eomma and appa.

Follow my blog and Follow my twitter juseyo ^^.

Follow me here @specialthatch98

Happy Reading

***

“Loving you is the reason why I’m still alive until today. Seeing you smiling is the reason why I love you, losing your smile make my heart feel pain. I love you without a reason. Listening to the melodies that I make, hopefully can make you remember what we had done. But, can I? Without you I feel die, and with you I feel alive”

“There’s something wrong when I looked into your eyes. Your smile, your word, your behavior make something ‘boom’ inside my body. But I don’t know why? Why could it happen without any reason? I don’t even know who are you. But that melodies, I like that”

***

Hembusan angin musim gugur menerbangkan anak-anak rambut seorang gadis. Pandangannya lurus menatap ke depan tanpa beban. Wajah cantik namun dengan ekspresi yang benar-benar datar terlihat menyeramkan namun juga memukau bagi siapapun yang melihatnya. Jemari lentiknya tergerak merapatkan jaket bulu berwarna begie yang tengah dikenakannya.

Ia Seohyun. Seo Joohyun. Seohyun menghela napas ringan kemudian beranjak dari kursi taman tersebut. Getaran pada saku roknya membuat ia menghentikan langkahnya.

“Hmmm?” Hanya sebuah gumaman.
Agassi, saya sudah sampai. Maaf menunggu lama saya ada di depan gerbang” Sebuah suara berat terdengar berbicara terburu-buru dari arah seberang.
“Hmmm…”

Pip.
Sambungan terputus, Seohyun yang memutusnya. Langkah kaki jenjangnya segera melesat pergi meninggalkan taman berawana orange akibat daun yang berguguran tersebut.

Denting jam seolah bergerak begitu cepat. Langit yang tadinya cerah kini tengah berubah menghitam. Apa karena hujan akan turun? Entahlah.

Sebuah mobil sedan berwarna hitam tengah terpakir di depan gedung kampus dimana Seohyun menuntut ilmu. Kyunghee University. “Seohyun agassi silahkan masuk” seorang pria paruh baya membukakan pintu belakang mobil tersebut. Gadis manis itu segera masuk kedalam mobil tersebut dengan gerak anggunnya.

Pemandangan rintikan air hujan terlihat begitu menarik bagi Seohyun. Wajah datarnya seolah mengeluarkan pancaran bahagia. Walau wajah tersebut tetap saja datar tanpa ekspresi.

Mobil hitam itu berhenti tepat di depan sebuah rumah mewah dengan cat begie disetiap sudut bangunannya. Halaman depan rumah yang dihiasi oleh berbagai jenis tanaman dan bunga-bunga membuatnya terlihat indah. Di tengah taman tersebut terdapat sebuah kumpulan bunga mawar putih yang terlihat indah.

Seohyun kembali menghela napas panjang. Ia langkahkan kaki jenjangnya keluar mobil. Berjalan dengan santai memasuki area rumah tersebut. Tatapannya lurus menatap kearah depan.
“Selamat datang agassi
Seohyun tersenyum tipis, sangat tipis membalas sapaan ajumma tersebut.

Langkah kakinya langsung tergerak menuju anak tangga yang akan membawanya langsung kearah kamar kesayangannya. Suasana sejuk langsung Seohyun rasakan begitu pintu kamarnya terbuka, ia tersenyum manis. Sangat manis, yang bahkan tidak akan ada orang yang dapat melihat senyuman tersebut.

Kaki jenjangnya perlahan bergerak menuju kearah ranjang kingsize miliknya yang seolah mengajaknya untuk tertidur disana. Seohyun memejamkan mata bulatnya begitu tubuh itu terjatuh dengan indah di atas kasur biru muda tersebut. Matanya mengarah kearah langit-langit kamar, meresapi akan apa yang ada di atas sana.

Pikirannya kembali pada beberapa jam yang lalu. Kejadian-kejadian yang selalu terjadi di luar nalarnya. Itu kejadain biasa, namun tidak untuknya. Ia menghela napas berat, entahlah kejadian apa itu. Tidak mudah baginya untuk mengingat-ngingat sesuatu.

Jemari lentik Seohyun tergerak mengambil sebuah ponsel layar sentuh berwarna putih yang ada di kantung roknya. Manik matanya terlihat fokus pada salah satu benda yang menggantung indah pada ponsel tersebut. Sebuah gantungan ponsel berbentuk seperti dollar ‘$’ namun sebuah bentuk segitiga mungkin? ‘<‘ terpasang disana. Sejak ia menyadari benda tersebut, ia selalu ingin melepasnya. Mengingat kapan ia membelinya saja tidak, mengapa ia harus menyimpannya. Terkadang ada sesuatu yang membuatnya tidak bisa melepas benda tersebut. Begitupun sang eomma yang selalu berkata ‘Jangan dilepas itu sangat bermanfaat untukmu’ selalu saja begitu. Memangnya bermanfaat untuk apa? Seohyun mengedikan bahunya singkat dan kemudian meletakkan ponselnya di atas nakas samping tempat tidur. Mata bulatnya perlahan mulai terpejam.

***

Langit kota Seoul terlihat kelabu, udara dingin musim gugur seolah terasa menusuk bagi siapapun yang tinggal di tempat tersebut. Beberapa orang terlihat merapatkan jaket yang mereka kenakan, melingkarkan syal untuk menghangatkan tubuh mereka. Termasuk mahasiswa/i Universitas Kyunghee, yang kini tengah mengambil jam perkuliahan.

Dari kejauhan, beberapa orang mahasiswa/i Universitas Kyunghee melihat beberapa mobil sport berwarna-warni berjalan beriringan bak sebuah parade. Tatapan mereka seolah hanya terpaku pada deretan mobil-mobil mewah tersebut. Mobil berwarna shappire blue menjadi pemimpin diantara mobil lain, disusul dengan si hitam, merah, kuning, dan terakhir putih. Pandangan mereka teralihkan begitu mobil-mobil tersebut sudah tidak terlihat lagi dari pandangan mereka.

Seolah tidak melihat apa-apa, kegiatan mereka berjalan seperti sebelumnya.

Pengemudi mobil hitam itu keluar dengan kacamata hitam yang bertennger manis di wajahnya. Membuat siapapun akan terpesona dengan apa yang mereka liat. “Ck, gaya mu selangit. Mana ada yang mau melihat mu? Changmin-ah lepaskan lah kacamata ‘abstrak’ mu itu!” sebuah ejekan ia dapat begitu ia keluar dari mobil.

“Hei! Evil, dasar kurang ajar kau!” Changmin membalas dengan nada jengkel. Niat ingin bergaya malah dibuat jatuh terlalu dalam. Ck.

Ya! Kalian juga sama bodohnya, untuk apa mengenakan kacamata gila tersebut!”

Pletak pletak pletak.

Kyuhyun, pengemudi mobil shappire blue memukuli satu persatu orang yang membuatnya merasa muak. Tampan saja tidak untuk apa bergaya seperti itu. Setidaknya itulah yang ia pikirkan.

Mengatasi rasa jengahnya Kyuhyun berjalan memimpin orang-orang di belakangnya. Ia merapatkan jaket abu-abu yang dikenakannya untuk menangkal udara dingin yang terasa menusuk bagi siapapun. Langkah kaki panjang itu melangkah kearah pintu masuk  gedung universitas mereka. Berjalan santai bak seorang model catwalk setidaknya itu yang terlihat. Langkah kakinya terhenti begitu sebuah mobil sedan berwarna hitam berhenti di depan pintu masuk kampus mereka.

“Kyu?” Eunhyuk, salah satu temannya bertanya penasaran karena ia menghentikan langkahnya secara tiba-tiba. Tidak ada sahutan yang berarti, Kyuhyun hanya terfokus pada mobil tersebut.

Seorang gadis cantik dengan syal animal print dan sebuah blazer coklat muda serta celana jeans hitam keluar dari mobil tersebut. Rambut panjang berwarna coklat itu menutupi setidaknya seperempat dari wajahnya. Gadis itu berjalan menunduk dengan kedua tangan yang terlipat di depan dadanya. Melewati begitu saja pemandangan 5 namja tampan yang sedari tadi memperhatikannya.

Kyuhyun menghela napas berat melihat kepergian gadis tersebut.

“Cinta pada pandangan pertama, Kyu?” suara Donghae terdengar seperti menggoda. Namun, ia tetap tidak memperdulikannya. Pandangan mata Kyuhyun beralih pada mobil sedan hitam tadi. Seorang pria paruh baya kini tengah berdiri di samping mobil tersebut, baru saja ia selesai membungkuk karena nona mudanya telah pergi. Mata tua itu tiba-tiba saja terbelalak melihat apa yang ada di depannya.

Kyuhyun tersenyum manis kemudian membungkuk hormat. Ia kembali tersenyum sebelum akhirnya kembali melangkah masuk kedalam gedung kampus. Langkahnya sedikit berbeda, kini ia melangkah dengan langkah terburu-buru. Meninggalkan berjuta pertanyaan pada keempat temannya.

“Kyu sebenarnya ada apa? Kau aneh sekali?” pria terakhir, Jonghyun sedikit berlari untuk menyamai langkah kaki panjang Kyuhyun. “Kau tidak perlu tahu” ujar Kyuhyun. Kini langkahnya sedikit melamban begitu manik matanya menangkap sesuatu.

Ia berjalan pelan, sangat pelan. Gadis adi kini ada di depannya. Tengah berjalan dengan langkah yang benar-benar santai. Seolah tidak memperhatikan apapun yang ada di depannya. Ia berjalan tanpa bergeser, membiarkan setiap orang yang ada di depannya bergeser sendiri.

Tap..

“Hyunnie…”

Langkah gadis itu berhenti seketika begitu seseorang memanggil namanya dan menepuk pundaknya. Kakinya tergerak memutar hendak melihat siapa yang sudah berani menyentuhnya tanpa izin. Kepalanya sedikit mendongak seorang pria kini tengah menatapnya secara insten dengan tatapan yang tak bisa ia mengerti.

Kakinya tergerak mundur satu langkah kemudian melepas pengangan pria itu dari pundaknya. “Siapa kau?” nada dingin sangat tersirat dari sebuah pertanyaan yang ia keluarkan. “Kau tidak mengenalku?” pertanyaan itu diiringi dengan sebuah helaan napas berat dan raut wajah kecewa dari Kyuhyun.

Merasa jengah dan hanya membuang-buang waktu, Seohyun memutar balik langkah kaki jenjangnya dan berjalan meninggalkan orang yang ia rasa benar-benar mengganggunya.

Manik mata Kyuhyun mengeluarkan raut pancar kesedihan, ia berjalan menunduk, melanjutkan kembali langkah kakinya menuju kelas musik. Oh! Ia lupa, dimana kelasnya?

Hyung! Dimana kelasnya?” Kyuhyun berbalik dan bertanya pada 2 orang Hyung-nya. Ia murid baru disini wajar saja jika tidak mengetahui apapun tentang seluk beluk universitas disini. Sebuah alasan yang membuatnya harus pindah disini setelah sebelumnya menuntut ilmu di Prancis.

“Makanya kau tak perlu berjalan terburu-buru dan lagi apa itu? Baru pertama kali masuk kesini sudah menggoda seorang gadis” Eunhyuk mencibir singkat. Bisa-bisa reputasinya sebagai seorang playboy kelas kakap hancur dalam seketika karena Kyuhyun masuk kedalam universitas ini.

“Aku mengenalnya, untuk apa juga aku menggoda seorang gadis. Aku tidak sepertimu dasar bodoh! Sudah lah hyuk, cepat tunjukan dimana kelasnya” dengan nada jengkel Kyuhyun kembali berujar. Rasanya mood nya benar-benar turun secara drastis karena menghadapi cobaan semacam ini. Ck, dosa apa dirinya memiliki teman seperti mereka.

Donghae menepuk singkat pundak Kyuhyun, ia sudah tahu jika seorang Kyuhyun berhadapan dengan seorang Hyukjae maka ‘sesuatu’ akkan terjadi diantara keduanya.

Donghae berjalan memimpin setelah sebelumnya berujar ‘Ikuti aku’ pada Kyuhyun. Beberapa lorong telah mereka lewati, kelimanya akan mengambil kelas yang sama sehingga hal wajar jika ia berjalan berliama seperti ini. “Rasanya kadar ketampananku menurun karena ketambahan satu orang” dengan nada pelan Changmin berujar sedikit berbisik. Ia merasa sedikit kecewa karena para yeoja hanya terpaku menatap Kyuhyun yang bahkan sedari tadi hanya menunduk menatap ponsel kesayangannya.

Dentingan alunan piano menyapa lembut gendang telinga kelima pria tersebut. Kyuhyun mendongak begitu indra pendengarannya mendengar alunan nada piano tersebut. Sangat lembut dan menghanyutkan.

“Ini kelas kita, aku rasa kita telat” Donghae berujar begitu mereka sampai di depan sebuah kelas. Kelas yang terlihat berbeda karena ini kelas musik. Ruangan luas yang diisi oleh berbagai macam alat musik. Beberapa mahasiswa/i duduk mengahadap kesebuah panggung kecil yang berjejer berbagai alat instrumrntal disana.

Mereka masuk setelah sebelumnya Jonghyun membuka pintu kayu tersebut.

“Kalian terlambat lagi?!” Sebuah teguran yang menyapa panas indra pendengaran mereka. Dan pada saat itu pula permainan piano seorang gadis berhenti seketika. Gadis itu sedikit berdecak singkat karena suasana tersebut benar-benar mengganggunya.

Seonsaengnim…” ia berujar dengan nada lirih namun benar-benar tegas.

“Oh, mianhae Seohyun. Dan kalian cepat duduk!” wanita tersebut segera menyuruh Kyuhyun dan kelima temannya duduk. Ia tipikal orang yang mudah marah saat melihat ada anak muridnya yang terlambat. Namun Seohyun, ia akan angkat tangan untuk membantahnya.

Permainan gadis itu kembali berlanjut. Sebuah tatapan sendu seseorang layangkan saat pandangannya jatuh pada gadis itu, Seohyun. Mata Kyuhyun terpejam erat, menikmati setiap alunan nada yang dikeluarkan oleh Seohyun. Ia tak menyangka akan bertemu dengan gadis itu lagi. Walau masuk ke dalam universitas ini bukanah sebuah kebetulan namun ia rasa bertemu dengan gadis tersebut adalah sebuah kebetulan.

Dentingan terakhir piano menandakan bahwa permainannya telah selesai. Seohyun bangkit dari kursi piano dan turun kebawah panggung. Langkah kaki jenjangnya mengarah pada kursi miliknya. Mendudukan dirinya pada kursi tersebut dan kembali menatap lurus tanpa ekspresi apa yang ada di depannya.

***

“Hyunnie…”

Seohyun menghentikan langkahnya begitu ia mendengar panggilan tersebut. Kepalanya menoleh sembari mendelik tajam pada orang yang berani memanggilnya dengan sebuatan tersebut.

“Kau mau jalan bersamaku?” Kyuhyun bertanya dengan nada santai tanpa beban. Sebuah cengiran sumringah ia layangkan setelah pertanyaan tersebut selesai.

Dari pandangan Seohyun ia dapat melihat ada empat orang pria yang kini tengah berdiri di belakang Kyuhyun dengan tatapan yang seolah merasa takut. “Kyu..” Changmin mencolek singkat bahu Kyuhyun seolah memintanya agar menjauh dari Seohyun.

“Bagaimana? Mau ‘kan?” masih dengan nada ceria ia berujar penuh dengan rasa percaya diri.

“Apa aku mengenalmu?” Kembali kalimat itu yang keluar dari bibir manis Seohyun, ia segera berbalik arah dan berjalan meninggalkan kelima orang pria tersebut dengan tatapan kecewa.

“Kyuhyun-ah sebenarnya ada apa denganmun? Asal kau tau tidak ada orang yang berani mendekati gadis itu. Memang sih ia cantik, namun ia aneh Kyu. Apa kau tidak melihatnya? Rasanya selalu ada aura dingin yang keluar dari tubuhnya setiap kali kami melewatinya. Lagipula sebenarnya ada apa denganmu, kenapa kau mengejar gadis seperti dirinya? Bukankah ada gadis lain yang bahkan jauh lebih cantik dan menarik dibanding Seohyun”.

Dengan satu tarikan napas Kyuhyun berhasil menyelesaikan kalimatnya. Ia menatap Kyuhyun yang kini tengah melamun selepas kepergian Seohyun. Apa ia tidak mendengar ucapannya?

“Kyu kau mendengarku ‘kan?” tanya Eunhyuk.

Sebuah helaan napas Kyuhyun keluarkan. Kini ia berbalik dan menatap keempat sahabatnya dengan tatapan sendu. “Ia tidak seperti itu, dulu” dengan nada yang sangat-sangat lirih ia mengucapkan kalimat tersebut.

Pria itu kini berjalan menunduk, mengeratkan jaket abu-abu miliknya yang seolah mewakili hatinya yang tengah kelabu. Langit pun begitu, sepertinya mereka tau apa yang tengah Kyuhyun rasakan saat ini.

Kepergian Kyuhyun membuat keempat orang namja tampan itu saling melempar raut penuh tanda tanya sebelum akhirnya mereka menyusul langkah besar Kyuhyun.

Hembusan angin musim gugur membuat setiap orang selalu merapatkan jaket mereka. Jalanan yang berwarna orange seolah menampakan kesan menyedihkan bagi siapapun yang tengah tidak enak hati. Mungkin. Kyuhyun masih dengan setia menatap jalan setapak yang akan membawanya menuju parkiran mobil sport kesayangannya.

Dengan langkah setengah ragu pria itu mulai memasukan tubuh tegapnya kedalam mobil sport kesayangannya. Menyalakan mesin mobil tersebut tanpa memperdulikan teman-temannya yang akan mengikutinya atau tidak, sepertinya untuk saat ini menyendiri jauh lebih baik dibandingan dengan beramai-ramai, terutama jika bersama orang-orang aneh bin ajaib seperti kawan-kawannya.

***

Mobil sport tersebut melaju cepat membelah kota Seoul. Tanpa memperdulikan apa bahaya yang akan di dapatkannya dengan menjalankan mobil dengan kecepatan tinggi seperti itu. Jam mobil tersebut menunjukan angka 4 sore. Waktu yang cukup lama baginya untuk mengendarai mobil.

Selama dua jam hanya Kota Seoul lah yang ia kelilingi.

Kyuhyun mengerem mendadak mobil miliknya itu. Sebuah padang ilalang luas kini tengah terhampat di hadapan mata indah miliknya. Pandangannya begitu tentram, setentram dan setenang apa yang ada di hadapannya.

Semilir angin terasa seperti angin Pulau Jeju. Pulau indah yang akan membuat siapapun menarik hati untuk mengunjungi tempat tersebut. Kyuhyun melangkahkan kakinya keluar mobil. Perlahan dan dengan langkah santai pria itu berjalan menuju tepi taman dimana ia dapat dengan langsung menyentuh lembut ilalang-ilalang yang dengan indah berayun diterpa angin.

Kelopak mata indah milik seorang Cho Kyuhyun perlahan terpejam, rambut coklat miliknya tergerak menari-nari diterpa angin sepoi-sepoi. Jemari pria itu tergerak mengibas-ibaskan pada pucuk-pucuk ilalang yang terlihat menari menggoda.

Kyuhyun menghela napas berat. Ia kembali membuka kelopak matanya secara kasar. Wajah tenangnya kini terlihat sendu, pancaran mata cerahnya terlihat sayu. Kepalanya ia dongakan menatap langin yang sebentar lagi akan terlihat gelap. Rasanya tadi tidak ada udara dingin yang menyentuh pori-porinya. Namun saat ini entah mengapa udara dingin tersebut segera masuk kedalam pori-porinya tanpa maaf.

Sebuah senyum tipis terukir diwajah tampan miliknya, kaki-kaki panjang itu tergerak memasuki lebih dalam area padang ilalang yang terlihat sangat menggoda untuknya.

Sebuah pohon ek menjulang tinggi nan kokoh di tengah-tengah padang ilalang tersebut. Kyuhyun menghentikan langkah kakinya disana. Berdiri tepat di depan pohon tersebut dan memandanginya dengan tatapan kosong. Tidak, lebih tepatnya memandang apa yang terdapat di bawah pohon tersebut.

Beberapa tumpukan batu yang ditumpuk membentuk sebuah timbunan batu bak sebuah bukit kecil. Namja itu berjongkok agar terasa lebih dekat dengan objek yang tengah ia perhatikan.

Sebuah batu penuh coretan yang terlihat berwarna lebih tua menjadi pilihannya saat ini. Ia mengambil batu tersebut. Tulisan Hangeul berbaris rapi disana, ia tersenyum begitu memandang tulisan tersebut.

“Oppa! Aku mncintaimu!”

Sebuah tulisan yang berarti itu tertulis indah disana. Namun perlahan senyuman itu memudar. Memori-memori yang seharusnya sudah benar-benar ia lupakan entah mengapa kembai lagi secepat kilat. Secepat kecepatan cahaya memori itu datang kembali, namun apa kau tahu? Selambat siput berjalan lah memori tersebut baru bisa hilang.

Kyuhyun meletakan kembali batu tersebut.

Flasback

“Yeppeo!!” seorang gadis berteriak lantang begitu ia melihat apa yang ada di seberang tempatnya berdiri saat ini. Sebuah taman bunga dengan berbagai bunga-bunga indah yang tertanam rapi di tempat ini.

Sebuah pohon ek besar berdiri kokoh di tempat tersebut. Gadis itu melirik sekilas kearah kanan dan kiri memastikan jika tidak akan ada sesuatu yang menabraknya jika ia menyebrang.

Kaki jenjang itu segera melesat menyebrang jalanan lebar yang berada di are sepi tersebut.

“Kajimaaaa!!”

Sebuah teriakan yang membuatnya menghentikan langkah kakinya. Ia hendak berbalik sebelum.

BRAKKKK

Suara dentuman itu begitu keras. Memakan telinga siapapun yang berada di jalanan sepi ini

Flashback off

“Dan aku kehilanganmu di tempat ini, selamanya?”

TBC

***

Annyeong chingudeul. Bagaimana kabar kalian?

Kali ini aku membawa ff comeback setelah kurang lebih 2-3 bulan vakum dari dunia per-ff an keke. Untuk yang sudah membaca fanfic “D.I.D” milikku sampai part-4 mohon ditunggu ya. Insyaallah part-5 akan diselesaikan minggu-minggu ini (dibulan ini) haha lama ya? Maaf jika sangat-sangat lama menunggunya. Well itu karena aku bukan orang yang cuma ada di depan hp/laptop terus ngetik hehe. Walaupun ngetik aku ngetik novel :3 doakan biar novelku kelar dan keterima^^ Rencananya naskah ke-2 ku akan aku kirimkan semoga berhasil!! Fighting!!! *teriak sendiri*

Baiklah…

Sebelumnya terimakasih kepada kalian-kalian my lovely readers yang sudah berminat membaca fanfic ini maupun fanfic-fanfic aku yang lainnya. Mohon RCL nya ya readers. Maaf jika typo bertebaran aku gak ngecek soalnya heheheh /males nehh/

Follow me on Twitter! @specialthatch98

Advertisements

2 thoughts on “[Fanfiction] Sweet Melody (Part 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s