[Fanfiction] D.I.D Part 2

D

Title: D.I.D
Author: Dea Dhara
Genre: Sad, romance, life, etc
Cast:
1. Seo Joo Hyun (SNSD)
2. Cho Kyu Hyun (Super Junior)
and other
Rating: PG-13
Lenght: Chaptered
Disclaimer: Fanfic ini 100% murni pemikiran saya. Jadi apabila ada kesamaan tokoh, ide, dll hanyalah kebetulan semata. Mohon hargai author yang sudah susah payah memikirkan ide cerita ya. Cast semua milik Tuhan. Seohyun milik Kyuhyun. Kyuhyun milik Seohyun /pemikiran saya ‘3’/. Mereka milik eomma and appa.

Follow my blog and Follow my twitter juseyo ^^.

Follow me here @specialthatch98

Happy Reading

~D.I.D~

Gelak tawa itu terdengar begitu nyaring didalam ruang kerja Kyuhyun. Suara gelak tawa seorang gadis yang terdengar begitu lepas.

“Hei..kau bodoh? Apa kau tidak bisa melihat? Maaf, tuan aku ini Seohyun”

Seohyun tersenyum, jemari lentiknya tergerak melepas secara kasar tangan Kyuhyun yang memengang erat pergelangan tangannya. Manik matanya berkilat tajam menatap manik mata Kyuhyun. Gadis itu sedikit membungkuk, membalikan tubuhnya dan berjalan keluar ruangan tersebut.

Kyuhyun menggeleng pelan, ia yakin itu tidak seperti Seohyun yang ia kenal, meskipun mereka hanya dijodohkan. Tapi ia mencintai Seohyun dan ialah yang meminta kedua orang tuanya untuk menjodohkannya dengan Seohyun.

Itu mengapa ia mengenal dekat Seohyun. Keningnya berkerut, sebuah helaan nafas panjang ia keluarkan. Langkah kakinya berbalik menuju meja kerjanya.

***

Gadis itu menduduki meja kerjanya, sudut matanya menangkap sebuah frame foto yang tepat berada di ujung meja kerja tersebut. Matanya berkilat sinis memandang foto tersebut.

Sebuah foto yang terdapat sepasang paruh baya dan seorang putri berusia 10 tahunan. Wajah mereka terlihat begitu bahagia.

“Seo Joo Hyun…”

Sebuah gumaman yang menyiratkan rasa benci pada kalimatnya. Jemarinya tergerak mengambil frame foto tersebut dengan gerak cepat, memasukannya secara kasar kedalam laci meja kerjanya.

***

Suasana kantin yang ramai membuat seorang gadis menatap risih pemandangan didepannya, ia benci keramaian. Matanya berbinar, begiru sesosok pria bertubuh tinggi tertangkap oleh sudut matanya

“Changmin  oppa!!!” Sebuah teriakan yang membuat pemilik nama tersebut menoleh. Memberikan sebuah senyum hangat. Gadis itu tersenyum, detak jantungnya tergerak cepat begitu langkah pria itu semakin mendekatinya.

“Seohyun-ah, ada apa?” Mata gadis itu terlihat sendu. Menatap sendu wajah pria didepannya, nama yang ia tau bukan ditunjukan padanya.

Segera ia hapus pemikiran itu. Menggantikannya dengan sebuah senyum cerah. Tangannya tergerak menggandeng telapak tangan besar milik Changmin. Matanya berkilat tajam, sebuah senyum sinis terukir di pipi chubi tersebut.

“Ayo makan siang! Aku sudah lapar” suara itu melantun manja dari bibir Seohyun. Changmin merasa heran, ini tidak seperti Seohyun. Ia tau Seohyun selalu menghindarinya. Setelah pria itu menyatakan perasaanya pada Seohyun, gadis itu perlahan menjauh. Hingga sebuah kabar menyayat hati tertangkap telingannya, Seohyun bertunangan. Dengan sahabat karibnya. Setidaknya begitu.

Seohyun selalu tersenyum, matanya memancarkan aura bahagia menatap pria didepannya. Shim Changmin. Pria yang selalu ada dihatinya, yang hanya bisa ia lihat. Rasanya ia ingin menangis keras, mengeluarkan semua siksaan yang selama ini ia rasakan.

Changmin sedikit berdehem ringan. “Ehmm…Seohyun-ah tumben kau menghampiriku, ada apa?” Seohyun menggeleng menjawab pertanyaan Changmin.

Kali ini ia ingin menatap pria ini lebih lama. Berharap merasakan kehangatan yang ‘mungkin’ adalah miliknya.

***

Kyuhyun menatap heran gadis yang ada didepannya. Gadis yang tepat berada di deretan kursi sebelah kanan ruang rapat ini. Seohyun? Oh tidak mungkin….Seohyun bukan orang yang tepat waktu pemikiran itu terlintas di pikirannya. Ia masih memikirkan kejadian tadi pagi. Ia merasa seperti Seohyun tidak disini. Tapi jelas-jelas gadis itu ada didepan matanya. Tapi betul…ia yakin itu bukan Seohyun. Seohyun bukan pribadi yang setenang itu, sorot mata kosong namun angkuh. Itu jelas bukan Seohyun.

Kepalanya ia gelengkan, menolak semua pikiran yang masuk tentang tunangannya.

“Baik, saya akan memulai rapat ini”

Sebuah kalimat yang dilontarkan oleh Kyuhyun, sang presdir. Yang menandakan bahwa rapat akan segera dimulai.

“Nona Seo Joo Hyun, silahkan naik ke atas podium”

Kyuhyun berucap dengan nada setenang mungkin. Pria itu menangkap sorot mata tajam yang mengarah kearahnya. Sebelum sebuah kalimat keluar dari gadis itu.

“Jangan panggil aku dengan nama itu. Panggil aku Seohyun”

Dahi pria itu berkerut, apa? Hah?

Itu yang ada dipikirannya. Pria itu masih ingat tempat, ini ruang rapat yang seharusnya tidak begini keadaanya. “Baik Nona Seohyun silahkan”

Dirinya kembali berucap mempersilahkan Seohyun untuk naik keatas podium memberikan sebuah presentasi. Senyum kemenangan terpatri jelas dalam raut wajah Seohyun.

***

“Seohyun-ah kau sudah pulang? Eomma menyiapkan ubi kesukaanmu” sambutan hangat yang Seohyun terima begitu ia memasuki rumah besarnya. Tatapan sinis ia keluarkan “Kau tidak perlu menyiapkannya, aku tidak butuh”

Nyonya Kim terhenyak, matanya terasa memanas. Ada apa dengan Seohyun? Seohyun tidak pernah seperti ini. Ia gadis yang ramah. “Seohyun-ah

Gadis itu melenggang pergi, beranjak menaiki anak tangga yang ada di rumahnya. Berjalan menuju kamarnya. Ia merasa bebas hari ini. Semua yang ia inginkan tercapai.

Matanya menatap sendu sebuah kasur king size, ia takut. Ia tidak mau meniduri kasur tersebut. Namun langkah kakinya seolah memaksa dirinya untuk tertidur diatas sana. Sekedar menyender. Kepalanya ia senderkan nyaman pada kepala ranjang tersebut. Perlahan matanya terpejam, terbawa arus rasa lelah yang ia rasakan. Sebelum matanya benar-benar terpejam gadis itu memasang jam wekernya terlebih dahulu, pukul 6.

***

Teriakan jam weker yang sangat nyaring membangunkan seorang gadis dari mimipi indahnya. Seohyun merutuki kebodohannya yang tidur terlalu awal hanya karena ‘hujatan-hujatan’ sang tunangan yang membuat kepalanya terasa akan pecah.

Kening gadis itu sedikit berkerut. Jam weker? Hah jam 6? Seingatnya ia tidak pernah memasang jam weker sepagi ini. Jam 7 setidaknya begitu, itu juga sangat jarang. Dirinya sangat jarang memasang jam weker, itu mengapa dirinya termasuk orang yang tidak disiplin.

Sebuah helaan nafas ia keluarkan. Kepalanya benar-benar terasa nyeri, berdenyut-denyut.

Matanya perlahan terpejam kembali. Menikmati sensasi tidur dipagi hari. Suara-suara berisik dari arah dapur tidak membuatnya terganggu. Merasakan nikmatnya hidup di alam bawah sadarnya.

~

Cahaya matahari yang menerpa wajah cantik itu segera membuat mata bulat itu perlahan terbuka. Matanya melebar “OMO!!! Ahhhh bodoh! Mengapa aku tertidur lagi!” rutuknya. Mata bulat itu melirik jam weker yang ada disebelahnya

“Ya tuhan!!! Pukul 11! Hari ini ada rapat! Bisa-bisa aku dimarahi oleh presdir itu lagi, aigoo Seo Joo Hyun, kau bodoh sekali!”

Gadis itu segera bergegas menuju kamar mandi, membersihkan tubuhnya. Membuatnya merasakan kesegaran siang hari. Yah…siang hari.

Langkah kakinya ia percepat, memilih sebuah kemeja putih dengan rok berwarna biru dongker. Keningnya berkerut?

Dress siapa ini? Jelas bukan miliknya, warna hitam. Astaga gadis ini benar-benar tidak menyukai warna hitam. Ia segera menyingkirkan dress tersebut kedalam keranjang cuci. Bergegas mengambil tas jinjingnya dan beranjak turun kebawah.

~

Dahinya berkerut.

Eomma…” lirihnya. “Seohyun-ah kau sudah bangun..ehmm, apa kau masih marah?”

Sebuah pertanyaan yang membuat keningnya benar-benar berkerut.

“Bukankah eomma baru pulang nanti sore? Apa eomma pulang cepat? Marah? Eomma-ya aku baru bertemu denganmu hari ini, mana mungkin aku marah padamu? Ah…eomma sudahlah aku benar-benar terlambat. Annyeong!” ujar gadis itu. Seraya melangakah keluar, menyalakan mesin mobilnya, dan bergegas berangkat kekantor. Tidak lupa sebuah kecupan singkat ia layangkan pada pipi tua eommanya.

Nyonya Kim –eomma Seo- berkerut hebat. Seohyun baru bertemu dengannya? Ah jelas tidak mungkin. Kemarin malam ia bertemu dengannya. Dan gadis itu benar-benar terlihat marah padanya.

Apa karena ia marah maka ada sedikit gangguan pada otaknya? Oh jelas tidak mungkin.

Bahunya bergedik, menandakan ketidak peduliannya. Langkah kaki renta itu terarah pada dapur rumah mewah tersebut.

***

BRAKKK

“Seohyun-ah!!” sebuah teriakan yang terdengar begitu Seohyun membanting kasar pintu ruang kerjanya.

“Yoona eonni…mianhae” sebuah cengiran aneh ditampilkan oleh Seohyun.

Pasalnya nafasnya masih benar-benar tersengal-sengal, ia baru saja dari ruang rapat. Namun ruangan itu sudah kosong, benar-benar kosong.

Eonni…apa rapatnya sudah selesai? Astaga… apa aku benar-benar telat?”

Masih diambang pintu gadis itu bertanya dengan tergesa-gesa pada gadis yang meja kerjanya tepat berada disamping kiri pintu masuk.

“Hei! Hyunnie apa kau bermimpi? Rapat apa? Hari ini tidak ada rapat…”

Mata Seohyun membulat. Tidak ada rapat? Astaga jelas-jelas ini adalah rapat terpenting sepanjang sejarah perusahaan Cho Crop. Mana mungkin tidak ada rapat.

Gadis itu segera melangkah cepat kearah meja kerjanya. Menaruh tas nya secara tergesa-gesa. Berlari-lari kecil menuju ruang presdir.

Kepalanya benar-benar berdenyut. Ia memeggangi kepalanya. Sesekali memijat pelan, astaga…ada apa dengan dirinya?

TOK TOK TOK

“Masuk!!” Sebuah suara jeritan ‘neraka’ yang menurutnya begitu. Mempersilahkan gadis itu untuk masuk. Ia siap kena semprotan karena ia terlambat menghadiri rapat.

Annyeong haseyo

Seohyun sedikit membungkuk memberi hormat. Sebuah senyum merekah dari wajah tampan seorang Cho Kyuhyun. Manik mata Seohyun menangkap senyuman itu. Dahinya berkerut. Apa presdir ini mulai gila? Astaga…

“Ah…” ya ia hampir lupa. “Presdir. Mianhae…jeongmal mianhae aku terlambat datang pada rapat hari ini. Padahal rapat ini sangat penting. Mianhae..mianhae…

Gadis itu membungkuk berkali-kali.

Kening Kyuhyun berkerut. Ia sedikit heran, kakinya melangkah cepat menghampiri tubuh mungil Seohyun. Tangannya tergerak lembut menyentuh pundak Seohyun, membuat gadis itu mengangkat kepalanya.

Manik mata mereka bertemu, mengunci satu sama lain. Kali ini Kyuhyun dapat melihatnya. Melihat manik mata polos nan ceroboh milik seorang Seo Joo Hyun. Pria itu tersenyum hangat pada gadis didepannya.

Seohyun bergidik ngeri, mengapa pria ini tersenyum padanya?

“Tuan…” suara lembut itu membuyarkan kuncian mata mereka. Membuat Kyuhyun melepas genggaman tangannya. Seohyun sedikit memijat pelipisnya yang masih benar-benar terasa berdenyut.

“Tuan…aku benar-benar minta maaf”.

“Seohyun-ah apa maksudmu? Hari ini tidak ada rapat…hei hari ini kau cukup bekerja biasa, tidak ada rapat. Apa maksudmu dengan rapat?”

“tidak ada rapat? Ta..ta..tap..i?” kening Seohyun berkerut. “Tidak tidak mungkin…..ini rapat terpenting untuk perusahaan kita. Apa kau melupakannya?” manik mata Seohyun menatap polos pemilik mata tajam tersebut.

“Seo..apa maksudmu?” Kyuhyun menatap sendu manik mata Seohyun. “Tidak…rapat…itu rapat itu?”

“Astaga Hyunnie…rapat apa? Rapat dengan Kattie Crop? Itu sudah kemarin kita laksanakan. Jelas-jelas kau berpresentasi dalam rapat tersebut. Apa kau lupa?”

Jantung Seohyun berdegup cepat, manakala ia mendengar kata ‘Hyunnie’ mengalun lembut dari bibir pria didepanya. “Se..sekarang tanggal berapa?”

Ia tidak yakin. Pertanyaannya terdengar bergetar. Tidak mungkin….mana mungkin ia tidak mengingatnya. “13”

Sebuah jawabannya yang membuat matanya membulat. “Tiga belas?” gadis itu mengulang jawaban yang Kyuhyun berikan. Kyuhyun mengangguk singkat “Ya, 13 ada apa?”

“Ti ti tidak…tidak mungkin. Aku tidur pada tanggal 11, aku ingat. Aku tidur setelah aku merasa lelah setelah rapat dengan Shin Crop. Mana mungkin aku tidur 2 hari? Lagi kau bilang kemarin aku datang saat rapat dengan Kattie Crop berlangsung”

Nada tidak percaya terdengar miris dari kalimatnya. “Kau Seo Joo Hyun” pertanyaan yang membuat Seohyun mengerutkan keningnya. “Tuan bagaimana mungkin aku bukan Seo Joo Hyun. Aku Seo-Joo-Hyun. Seohyun”

Jantung Kyuhyun berdegup cepat. Tidak-tidak mungkin, siapa gadis kemarin? “Hyunnie-ya apa kau benar-benar tidak mengingatnya? Kau datang, kau datang ke rapat itu” pertanyaan Kyuhyun terasa memburu.

“Aku tidak mengingatnya…”

“Tatap aku…” Seohyun mendongakan kepalanya, menatap langsung manik mata Kyuhyun. “Apa kau benar-benar tidak mencintaiku?”

Sebuah pertanyaan yang sangat melenceng dari topik pembicaraan. Gadis itu hendak berbalik, menghindari pertanyaan yang selalu pria itu berikan padanya. Sebelum sebuah lengan kekar menghentikan langkahnya, lengan kekar yang melingkar lembut dari arah belakangnya.

“Tuan..”

“Seohyun-ah tidak bisakan kau memanggilku dengan kata ‘oppa’? Aku tunanganmu..”

Darah seohyun berdesir medengar kata-kata itu dari Kyuhyun.

Saranghae…tidak bisakah kau melihatnya?”

Sebuah kata sakral yang terucap dari bibir manis pria dibelakangnya. Kupu-kupu seakan bertebangan hebat pada perutnya, yang entah apa artinya.

Oppa…” panggil gadis itu lirih. Membuat senyum manis terukir dibibir Kyuhyun.

Seketika senyum itu menghilang begitu ia merasakan tetesan air mata menetes lembut ditangannya. Pria itu segera membalikan tubuh gadis didepannya.

Matanya sedikit membulat, melihat gadis itu menangis.

“Seohyun-ah”bisiknya dengan lembut. Matanya menatap sendu manik mata Seohyun.

“A..a..aku lupa, aku tidak ingat. Aku benar-benar tidak ingat, oppa. Aku jujur aku jujur, aku tertidur setelah rapat itu. Aku..”

Kalimatnya terputus begitu ia menyadari suatu hal.

“Hei…ada apa hyunnie? Apa ada yang mengganggu pikiranmu?”

“Aku baru melihat eomma tadi pagi. Ta ta pi seingatku ia akan pulang sore tanggal 12. Eomma bertanya padaku apa aku masih marah padanya. Aku baru melihatnya tadi pagi, mana mungkin aku marah padanya? La…laluu” nada bicaranya tedengar bergetar.

Matanya tergerak menatap dalam manik mata Kyuhyun sebelum ia benar-benar melanjutkan kalimatnya. “Lalu..kau bilang aku menghadiri rapat kemarin..aku tidak ingat, aku benar-benar tidak ingat. Oppa…

Kyuhyun tau ia mencium ketidak beresan saat Seohyun datang kekantor kemarin. Mulai dari pakaian hingga gelagat dan tatapan matanya. Itu bukan Seohyun dan ia yakin itu…

Oppa…aku kehilangan tanggal 12 ku. Ta..tapi aku tidak ingat apapun, eotteokhe??” Seohyun berujar parau. Pikiranya benar-benar kalut.

Kyuhyun mulai berfikir, pikirannya menerawang kemungkinan yang ada. Hingga akhirnya ia membawa Seohyun lembut kedalam pelukannya. Membawa gadis yang dicintainya kedalam hangat pelukannya.

Oppa…a..aku takut”

TBC

~D.I.D~

                Hiahhhh…..gimana? bingung masih bingung???? Kekek…aku seneng bikin readers bingung #loh… jahat nih wkwk. Semoga dipart ini kalian udah bisa menebak-nebak maksudnya. Kemaren udah ada beberapa yang bener kok pas aku baca komennya.:D

Huahh aku senang banget,,, dapet komen lebih dari 100 {}. Semoga part ini lebih panjang^^.Oh iya aku post kecepatan gak? Soalnya ide lagi muncul dari pada ilang, saying kkk. Kalian bisa baca di FB juga keke…Gomawo for my lovely readers^^

Annyeongggg

Advertisements

10 thoughts on “[Fanfiction] D.I.D Part 2

    • Hihih…kalo lupa bisa diliat aja di post sebelumnya :D..sebenarnya udh di post sampe part 4 di fp ff seokyu, cuma gak nemu linknya hiks…tunggu update disini aja 😀

      Betul betul betul
      Gomawo ne udh mau baca^^

  1. Seohyun punya dua kepribadian ?? Bisa runyam nih karena yg satu menyukai kyuhyun, sedang yg satunya lagi sepertinya menyukai changmin
    seeru thor….ayo lanjut….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s